YOGYAKARTA –  Tanago Friesian Jakarta memastikan langkah mereka ke semifinal Srikandi Cup musim 2018-2019, setelah pada pertandingan keduanya, Tanago  berhasil meraih kemenangan atas Generasi Muda Cirebon (GMC) 64-61, dalam laga yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia Yogyakarta.  Ini merupakan duel hidup mati bagi kedua tim untuk bisa lolos terlebih dulu ke babak semifinal. Pasalnya kedua tim sudah sama-sama mengantongi satu kali kemenangan.

Kapten tim Tanago Friesian Jakarta, Christine Tjundawan kembali menjadi motor kemenangan untuk timnya. Bermain selama 38 menit ia mampu membuat double-double dengan mengoleksi 26 poin, 10 rebound, tiga steal dan satu assist. Sementara pemain lawan, Adelaide Callista, yang juga merupakan rekan Christine di tim Pra Pon Jawa Timur menjadi top skor untuk timnya, ia mencetak 20 poin, delapan rebound, empat assist, lima steal dan satu blok.

Tim asal Ibukota itu baru bisa bernapas lega di kuarter akhir kuarter ke empat. Setelah di tiga kuarter awal mereka saling kejar-kejaran angka. GMC sempat unggul 10-8 pada 10 menit petama, tapi Tanago membalasanya pada kuarter kedua 27-25. Lepas turun minum, kembali keduanya beradu kekuatan. Tapi kali ini, kembali GMC yang menguasai kuarter ketiga meski hanya dengan keunggulan satu angka saja 48-47.

Duel sesungguhnya seakan baru terjadi di kuarter terakhir. Tenaga Baru berhasil merusak konsentrasi lawannya dan mengajak untuk mengikuti permainan mereka. Kemenangan yang tidak mudah bagi Tanango di karenakan masuknya dua pemain anyar GMC yakni Adelaide Callista dan Faizzatus Shoimah, keduanya bak bahan bakar tambahan untuk amunisi pelatih GMC Tae Hi Han di babak playoffs ini. Meski di dua game awal ini GMC belum dapat di perkuat oleh kapten tim Christie Apriyani Rumambi, tapi semua itu dapat tertutupi oleh hadirnya kedua pemain ini, di bantu peran Shinta Ayu Ramadhani dan Deniece Adrianan Gunarto. Tapi dalam game ini, anak-anak Tanago yang di latih oleh Abrizalt Hasiholan ternyata lebih siap dalam meladeni lawannya dan bisa melangkah lebih dini ke babak semifinal yang akan di mainkan pada hari Jumat mendatang (25/4/2019).

Kemenangan Tanago atas GMC berkat keunggulan dalam penguasaan bola rebound (49 berbanding 38), mereka juga bertahan lebih baik dengan melakukan steal sebanyak 16 kali sementara GMC hanya bisa melakukan tujuh kali saja.

“Kami terpancing dengan irama permainan lawan dan kalah dalam rebound padahal pemain kami lebih tinggi. Meski sempat unggul sembilan bola, sayangnya anak-anak tidak konsisten dalam melakukan defense. Seharusnya peluang kami sama dengan Tanago untuk meraih kemenangan. Untuk pertandingan selanjutnya melawan Scorpio Jakarta, (Rabu,24/4l2019) kami harus bermain lebih sabar lagi dan tidak harus memaksakan bermain di dalam, kita harus melihat situasi nya dulu, “ komentar Wahyu Gunarto, asisten pelatih sekaligus pemilik klub GMC Cirebon.

“ Para pemain back up Tanago tidak step up seperti game kemarin. Harus saya akui juga, masuknya Adelaide dan Faizzatus juga memberikan andil  perlawanan yang bagus untuk kami. Kami harus menunggu sampai menit terakhir untuk bsia mengatasi lawan. Meski kami sudah lolos ke Semifinal, saya hanya mau fokus dulu di pertandingan selanjutnya melawan Tenaga Baru Pontianak besok. Tapi kemenangan hari ini patut kami syukuri,”ucap Abrizalt Hasiholan. (DPA)