CIREBON - Sahabat Semarang berhasil menutup pertandingan terakhir mereka di Srikadi Cup seri 1 Cirebon dengan kemenangan (dua kali menang dan tiga kali kalah) saat melawan Tanago Friesian Jakarta 46-36 di GOR GMC Arena, (Sabtu,8/2/2020)

Kinerja skuad asuhan Xaverius Wiwid kurang maksimal di babak pertama, mereka sempat kalah 15-8 pada 10 menit pertama. Di kuarter kedua, Sahabat mulai menipiskan kedudukan. Sebenarnya Tanago sempat unggul tujuh angka (17-10) sebelum kuarter kedua usai. Sayangnya, pertahanan mereka sedikit kendur di empat menit terakhir, sehingga Sahabat bisa menipiskan ketertinggalannya hingga satu angka saja berkat sumbangsih enam poin beruntun yang di buat Ratnani Ayu Pertiwi. Walau demikian Tanago masih unggul 17-16.

Babak kedua dimainkan, para pemain Sahabat Semarang seakan menebus kesalahan mereka di dua kuarter sebelumnya. Instruksi pelatih Xaverius Wiwid dari pinggir lapangan untuk lebih banyak mengambil poin dari paint area Tanago, di emban dengan baik oleh Ratnani cs. Hasilnya Sahabat Semarang pun berbalik unggul di kuarter ketiga (35-27) dan bisa meraih kemenangannya yang kedua selama seri ini.

Ratnani tampi baik dengan mengemas 15 poin, terbanyak diantara rekan-rekannya. Dyah Lestari juga bermain baik, ia mengoleksi 12 angka dan 11 rebound (double-double), raihan ini juga diikuti oleh kapten tim Sahabat Semarang Yuni Anggraeni (11 angka dan 16 rebound). Sementara Leonita Angela yang bertindak sebagai kapten tim Tanago, menjadi pencetak angka terbanyak untuk timnya dengan raiham 14 angka, tiga rebound dan dua asis dan satu steal.

"Jaga one on one kami masih lemah selama seri 1 ini. Seri berikutnya kami harus segera bangkit," ucap Leonita Angela.
"Kalo dari segi hasil kalah menang tentunya seri 1 kurang maksimal. Tapi dari sisi progress anak-anak sangat berkembang, sebab kami cuma turun dengan delapan pemain saja. Seri kedua nanti kami akan diperkuat oleh beberapa pemai. Tapi Valerie (point guard) masih dalam pemulihan demam berdarah, kemungkinan dia belum bisa diturunkan, demikian juga dengan Tiara yang baru bisa bermain setidaknya pada seri empat,' kata Andrew Willer, pelatih Tanago.

"Kalo untuk Sahabat, koreksinya adalah masalah fokus dan konsisten. Kami tidak boleh terlalu lama terlambat panas disetiap game. Pemain Sahabat sebenarnya sudah tahu masing-masing karakter, tinggal mental mereka yang harus diasah lagi," ucap pelatih Sahabat Semarang, Xaverius Wiwid.