(srikandicup.com) - Seperti selayaknya awal musim dalam sebuah kompetisi, kepindahan pemain dari satu klub ke klub yang lain menjadi dinamika wajib bagi kebanyakan klub-klub. Tahun ini, lalu lintas kepindahan pemain terbilang cukup padat dan sibuk, Mulai dari Tenaga Baru yang merombak komposisi tim, rookie pendatang baru yang menjajal debut, hingga kepindahan pemain-pemain dengan lebel 'Tim Nasional" mewarnai aktifitas perpindahan pemain menjelang Srikandi Cup 2017-2018 lalu. Dari semua aktifitas ini, ada satu perpindahan yang menyita perhatian publik basket nasional, Natasha Debby Christaline ke Surabaya Fever.

Natasha Debby Christaline, pemain kelahiran Magelang, Jawa Tengah ini tentu bukan nama baru di kancah bola basket putri Indonesia. Debby yang sudah keluar masuk timnas beberapa tahun belakangan ini masuk kedalam 3 besar pemain putri terbaik di Indonesia. Hal ini dibuktikan dari catatan statistik dan kemampuan Debby menjaga konsistensi permainannya (atau bahkan juga meningkatkan) selama ini. Nama Debby sebenarnya sangat identik dengan Sahabat Semarang, klub yang diperkuat debby selama hampir 8 tahun lamanya. Sahabat Semarang seolah menjadi kawah cadradimuka bagi lahirnya Debby, Debby pun juga berdampak penting bagi prestasi Sahabat beberapa tahun ke belakang. Musim lalu Sahabat Semarang secara mengejutkan mampu tampil di peringkat ke-2 pada klasemen akhir kompetisi, pada era WNBL Indonesia, Sahabat Semarang juga berhasil menjadi finalis, kala itu Sahabat Semarang ditundukkan Tomang Sakti Mighty Bees. Keputusan Debby yang menyeberang ke Surabaya menimbulkan keterkejutan tersendiri bagi publik, seorang ikon, kapten, legenda, dan motor permainan dari Sahabat Semarang meninggalkan rumahnya untuk bergabung dengan tim yang identik dengan kesuksesan, Surabaya Fever.

Meski sudah beberapa waktu berlalu semenjak kepindahan Debby ke Surabaya, masih banyak pertanyaan yang ada di benak para penggemar basket putri Indonesia, srikandicup.com berkesempatan untuk menjawab sedikit dari banyak pertanyaan tersebut, Jumat 8 Desember 2017, kami mewawancarai Natasha Debby, untuk menemukan jawaban dibalik kepindahannya ke Surabaya, Tim Nasional, dan hal-hal lain seputar basket putri Indonesia. Simak hasil bincang-bincang kami dengan Debby berikut.

Srikandi (S): Halo Debby! Terimakasih buat waktunya. Langsung ke pertanyaan utama ya, karena kami dan banyak penggemar basket putri Indonesia sudah sangat penasaran soal ini. Kami mau bertanya mengenai kepindahan Debby ke Surabaya Fever. Apakah Sahabat Semarang yang me-release Debby, Surabaya Fever yang berminat atau dari Debby sendiri yang ingin pindah? Ini kan mega-transfer kalau di Indonesia hitungannya, pasti banyak yang ingin tahu cerita dibaliknya.

Halo juga! Terimakasih sudah mewancarai aku. Haha, enggaklah kalau kepindahan aku dikategorikan sebagai mega-transfer. Sama saja dengan kepindahan-kepindahan lainnya yang terjadi di basket putri nasional. Aku sudah hampir 8 tahun main di Sahabat Semarang, dan saat ini aku ingin suasana yang baru di tim yang baru. Itu alasan utama ku. Kebetulan waktu itu Sahabat Semarang juga ingin mengembangkan pemain-pemain muda yang punya potensi untuk jangka panjang, talenta-talenta muda ini diproyeksikan untuk bisa bermain bagi Jawa Tengah di Pekan Olahraga Nasional(PON) 2020 nanti, jadi dengan kepindahan ini aku juga ingin kasih jalan dan kesempatan supaya bibit-bibit baru ini bisa berkembang dan mendapatkan menit bermain yang cukup.

Tentang kenapa yang aku pilih adalah Surabaya Fever, mungkin ini sudah digariskan ya. Aku mulanya memang punya ketertarikan untuk ke Surabaya Fever, dan ternyata manajemen Surabaya Fever sendiri terbuka sekali untuk menerima kehadiranku ke dalam tim mereka. Jadilah kepindahan ku ke Surabaya Fever. Aku melihat di Surabaya Fever, saya punya kesempatan untuk lebih mengasah kemampuan saya secara personal, juga kesempatan bermain bersamasa beberapa nama-nama yang jadi rekan ku di Tim Nasional Indonesia yang juga main di Surabaya Fever seperti Mega Nanda dan Gabriel Sophia. Ini suatu kesempatan yang baik untuk meningkatkan chemistry antar rekan-rekan di tim.

S: Wow. 8 tahun ya? Cukup lama ya, berarti kamu dari Magelang langsung ke Semarang ya dulu?

D: Iya 8 tahun, lama ya haha. Aku setelah SMA ke Semarang, dulu waktu SMP juga lumayan sering bolak-balik Semarang untuk pertandingan antar sekolah.

S: OK Debby, kemarin kamu kan bisa MVP di Makassar, bisa ngerasain juara lagi setelah sekian lama. Semua rasanya sudah komplit buat seorang Debby, gelar juara, MVP, cukup reguler di Tim Nasional (Debby rutin memperkuat tim nasional sejak 2011 hingga sekarang), dll. Setelah semua yang sudah Debby raih, apa yang jadi target selanjutnya bagi Debby sih?

D: Untuk sekarang ini target sih lebih ke tim nasional. Jika masih diberi kesempatan dan masih dipercaya, aku masih ingin bermain di Asian Games dan SEA Games mendatang.

S: Menurut Debby, apa perbedaannya antara peran Debby dulu di Sahabat Semarang dengan Debby yang sekarang di Surabaya Fever?

D: Di Sahabat dulu mungkin bebanya lebih berat, karena aku jadi tumpuan bagi tim. Namun di Surabaya Fever sekarang, teman-teman lebih paham dan punya pengalaman lebih. Apalagi ada beberapa pemain Surabaya Fever yang berpengalaman di tim nasional. Ini membuat beban bermain ku lebih ringan dibandingkan ketika di Sahabat Semarang.

Meski bebanya terbilang lebih ringan, tidak berarti aku bisa santai-santai saat ini. Aku berkewajiban untuk tetap menjaga level permainan ku di level tertinggi. Aku tetap harus memberikan yang terbaik untuk Surabaya Fever.   

S: Debby, 3 game di awal kemarin kan nampaknya permainan Debby sedikit berbeda dari biasanya, sebenarnya apa yang terjadi? Apakah karena instruksi pelatih atau ada sesuatu yang lain yang menyebabkan Debby bermain tidak seperti biasanya?

D: Masih dalam masa penyesuaian, ini kan seri pertama ku main di Surabaya Fever. Aku masih harus beradaptasi lagi dengan teman-teman di tim, sedang dalam tahap penyesuaian. 

S: OK, kita kembali lagi ke urusan tim nasional. Seorang Natasha Debby kan saat ini sudah terbiasa keluar masuk tim nasional, dan sekarang sedang ada di usia emas. Apakah ada target tersendiri dari seorang Natasha Debby dan karir di tim nasional?

D: Untuk target di tim nasional mungkin lebih ke medali ya atau prestasi. Semakin kesini aku semakin banyak pengalaman yang didapat dari tim nasional. Entah dari banyak pelatih yang sudah menangani atau banyak lawan yang sudah aku temui. Harapannya semua pengalaman itu bisa menjadi bekal meraih prestasi di tim nasional.

S: Apa sih yang menghambat tim nasional kita untuk meraih prestasi maksimal menurut Debby?

D; Menurut ku, hambatannya adalah kita kurang memaksimalkan potensi pemain. Kadang-kadang mental dari setiap pemainnya sendiri yang belum siap bersaing di level Internasional ketika harus bertanding melawan peserta dari negara-negara lain. Menurut ku di level seperti SEA Games saja, mental pemain akan berbicara banyak dan sangat menentukan performa tim. Jadi seharusnya ini tidak boleh menjadi hambatan bagi Indonesia.

S: Sebagai pemain tim nasional, Debby melihat Srikandi Cup ini apa sih manfaatnya bagi Debby dan teman-teman pebasket putri lainnya?

D: Srikandi Cup ini bermanfaat untuk mengembangkan lagi potensi-potensi pemain. Selain itu Srikandi Cup bisa menjadi panggung untuk talenta-talenta baru di basket putrii Indonesia. Untuk tim nasional sendiri, Srikandi Cup jadi ajang yang relevan untuk memantau perkembangan pemain-pemain. Seperti seri Makassar kemarin, Coaching Staff tim nasional kan memantau perkembangan para pemain-pemain. Ini semua akan sulit terjadi jika Srikandi Cup tidak ada.

S: Apa yang perlu ditingkatkan oleh Srikandi Cup menurut Debby? Waktu penyelenggaraan-nya (4 seri) apakah kurang lama?

D: Aku pribadi lebih menyoroti perihal media dan interaksi di media ya untuk Srikandi Cup. Mungkin aspek ini bisa ditingkatkan lagi, contohnya seperti cerita dari perorangan dan tim diperbanyak, atau bikin semacam teaser di YouTube. Oh ya, livestream perlu diadakan lagi, supaya setiap match dapat terakses dengan mudah. Dulu sudah bagus karena setiap match langsung diunggah ke YouTube.

Kalau untuk durasi, menurut aku sudah pas. Kalau musimnya terlalu lama, nanti malah jadi jenuh takutnya. Yang sekarang sudah pas.

S: Menurut Debby, untuk persiapan seri selanjutnya, apa yang harus diperbaiki lagi dari diri permainan seorang Natasha Debby?

D: Yang paling mendesak menurut aku sisi defense sih, masih harus diperbaiki lagi. Tapi aspek-aspek lain bukan berarti dilupakan ya, aku juga harus ningkatin kecepatan, shooting , dan rebound. 

S: Thanks Debby untuk waktunya hari ini, sukses untuk kamu dan Surabaya Fever, sampai ketemu di seri selanjutnya!

D: Sama-sama! Terimakasih kembali, sukses juga untuk Srikandi Cup.

Natasha Debby Christaline bermain untuk Surabaya Fever, dan Tim Nasional Republik Indonesia. Saksikan aksi Debby bersama Surabaya Fever untuk menjaga rekor unbeatable di seri-2 Srikandi Cup 2017-2018 yang digelar mulai 29 Januari 2018 di GOR Kertajaya, Surabaya. Pertandingan-pertandingan pilihan di Srikandi Cup 2017-2018 juga akan disiarkan secara langsung oleh TVRI.

Wawancara oleh: Th. Setaputra

Foto oleh: Mei Linda