YOGYAKARTA – Merpati Bali akhirnya memastikan langkahnya ke final dan akan meladeni Sahabat Semarang di partai puncak Srikandi Cup 2018-2019 yang berlangsung besok, Sabtu (27/4/2019). Kepastian itu mereka dapatkan setelah  di partai semifinal kedua versus Tanago Friesian Jakarta, Merpati menang dengan skor 57-44 di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Jumat (26/4/2019).

Kadek Pratita Citta Dewi mencetak 12 poin, enam rebound, dua assist, satu steal. Di susul Dora Lovita 10 poin, lima rebound dan satu assist. Pemain Tanago, Christine Tjundawan mengemas 16 angka. Enam rebound dan dua blok.

Tanago sebenarnya memulai laga di awal dengan baik. Mereka berhasil unggul 10-2 saat waktu masih menyisakan enam menit tersisa. Perlahan Merpati mulai merayap mengejar skor di kuarter pertama. Meski Merpati bisa menambah sembilan angka, tapi itu belum cukup untuk bisa memenangi kuarter awal. Nyatanya Tanago yang di arsiteki oleh Abrizalt Hasiholan masih unggul empat angka atas lawannya (14-11). Christine Tjundawan tampil baik di kuarter ini, ia mencetak 10 angka untuk Tanago.

Kadek Pratita Citta Dewi menipiskan kedudukan lewat tembakan tiga angka di  kuarter kedua (14-16). Pemain yang akrab di sapa Citta itu bahkan menyamakan kedudukan beberapa detik kemudian, kali ini berkat tembakan dua angka (16-16). Selanjutnya perang strategi pun kembali di peragakan oleh kedua tim di menit selanjutnya. Tembakan medium shot Regita Pramesti akhirnya membawa Merpati leading untuk pertama kalinya 21-19.  Christine membayar lunas satu menit kemudian, skor kembali imbang 21-21. Tanago akhirnya masih memimpin kembali meski dengan margin angka satu poin saja (29-28). Menutup paruh pertama, Christine Tjundawan masih menjadi topskor untuk timnya dengan 12 angka, sementara Kadek Pratita Citta Dewi yang di kuarter sebelumnya belum mencetak angka satu pun, akhirnya bisa membuat tujuh poin, terbanyak di antara rekannya-rekannya

Lepas turun minum kinerja Merpati Bali yang di latih oleh  Bambang Asdianto Pribadi mulai membaik, bahkan mereka berbalik unggul 44-34. Kadek Pratita Citta Dewi lagi-lagi melepaskan tiga angkanya dan memperlebar jarak poin menjadi 50-36 di kuarter ke empat. Tanago segera membalasnya juga dengan tembakan tiga angka yang di lepaskan Leonita (39-50). Namun anak-anak Merpati Bali lebih siap dalam laga ini dan pada akhirnya mereka memastikan satu laga terakhirnya lagi di partai puncak.

“Anak-anak main terlalu terburu-buru dan tidak konsisten, padahal saya sudah set up game plan untuk menghadapi Merpati. Tapi semua itu juga karena pengalaman Merpati Bali lebih baik dari kami. Melawan GMC Cirebon pada perebutan peringkat ketiga, itu juga sangat penting dan kami harus memenangi laga itu, ” kata Jali panggilan akrab Abrizalt Hasiholan.

“Di awal  sempat ada miss komunikasi antara Citta dan Jisan (Kadek Sanis Jisanchegi), itu yang menyebabkan kami kalah di awal. Tapi setelah itu akhirnya gameplan berjalan dengan baik lagi. Menghadapi Sahabat Semarang, tentu peluangnya sama, mereka tadi bermain juga dengan baik. Tapi kami harus awasi Yuni dan Dyah Lestari supaya mereka tidak bermain dengan leluasa, “ujar Bambang Asdianto Pribadi. (DPA)