(srikandicup.com) - Helena Maria Elizabeth Tumbelaka, shooting guard Merpati Bali ini menjalani laga comeback-nya pada seri pertama Srikandi Cup 2017-2018 di Kota Makassar kemarin. Helena merupakan nama yang terbilang familiar di kancah bola basket nasional, sebelumnya Helena lama memperkuat Merah Putih Samator (d/h Merah Putih Predator) yang membesarkan namanya di kancah basket Nasional. Bagi yang belum tahu, Helena Tumbelaka sempat menepi selama (hampir) satu tahun dari Merpati Bali karena menderita cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) di saat berlagi di Merpati Bali Basketball Challange di Denpasar bulan Januari 2017. Cedera ini merupakan cedera ACL yang kedua, cedera yang memaksa Helena naik ke meja operasi sekali lagi dan melalui jalan yang panjang untuk memulihkan kondisinya.

Dua kali naik ke meja operasi karena cedera ACL tidak membuat Helena Tumbelaka ragu untuk terus berkarier di bola basket profesional, Helena hari itu tetap menjadi Helena yang biasanya, riang dan penuh dengan energi positif saat berkesempatan untuk wawancara dengan srikandicup.com hari Rabu 6 Desember 2017 lalu, simak hasil perbincangan kami dengan Helena di bawah ini.

Srikandi (S): Halo Helena, bagaimana perasaanya setelah sekian lama, akhirnya berkesempatan lagi kembali ke level tertinggi di Basket Putri Nasional?

Helena (H): Pastinya senang. Senang bisa kembali lagi, namun juga ada rasa deg-degan. Karena ini bukan comeback pertama saya, saya bisa mengatasi itu karena sudah merasa lebih tenang juga.

S: Cedera ACL yang pertama dulu ada di lutut kanan atau kiri sih? Sempat berpikir untuk berhenti basket setelah terkena ACL yang kedua kemarin?

H: Cedera pertama dulu ada di lutut kiri, sekarang yang kena kanan. Lengkap kiri-kanan. Hahaha. Nggak ada pikiran berhenti sama sekali. Pikirannya lanjut terus. Haha.

S: Apa sih yang lebih berat dalam pemulihan cedera ACL kamu yang kedua ini, memulihkan mental atau memulihkan fisik?

H: Jawabannya Mental. Pada saat saya kembali berlatih, memulihkan mental terasa lebih berat bagi saya. Sering kepikiran bahwa yang sekarang bukan lagi yang dulu lagi. Belum secepat dulu dan belum selincah dulu, untuk itu saya harus berusaha adjust gaya permainan saya supaya fit dengan kondisi fisik saya yang sekarang ini.

S: Waktu awal-awal di diagnosa ACL, gimana kamu menghadapinya? Apalagi ini kan ACL kedua kamu.

H: Waktu kejadian itu rasanya seperti ada mimpi yang pupus bagi saya. Ketika saya  terjatuh, saya sadar kalau ini kemungkinan ACL lagi, jadi saya lebih ke menguatkan diri untuk menerima keadaan kalau saya kena ACL sekali lagi.

S: Untuk saat ini, apa sih yang masih menjadi impian atau target seorang Helena Tumbelaka di dunia Basket?

H: Target dan impian ya, ada beberapa nih. Kalau untuk tim, saya berkeinginan untuk bisa juara bersama Merpati Bali. Untuk saya pribadi, targetnya adalah ingin terpilih masuk Tim Nasional dalam waktu dekat ini. Kalau keduanya belum bisa tercapai, target alternatif saya adalah menginspirasi/jadi motivasi buat para pemain lain yang pernah cedera (ACL) untuk tidak patah semangat dan bisa comeback lagi. 

S: Menurut Helena apa yang masih harus kamu tingkatkan lagi setelah cedera ACL yang kedua ini? Supaya performa kamu bisa lebih naik lagi dan mimpi-mimpi kamu tercapai.

H: Lebih kepada kekuatan kaki, serta balancing ke ritme permainan. Sekarang harus lebih pintar liat peluang juga karena kondisi sekrang tentu beda dengan dulu. Mempertajam skill juga diperlukan berhubung saya posturnya kecil jadi tembakannya harus tajam, satu lagi yang paling penting, harus makan banyak sepertinya biar nggak kekurusan haha.

S: Sekarang kita ngobrol soal Makassar. Helena kan comeback di Makassar, Kota yang crowd-nya bagus dan hangat. Helena juga sempat beberapa kali bikin sweet shot disana, seberapa berkesan sih Makassar kemarin buat Helena?

H: Makassar ini sangat berkesan sekali buat saya. Mengingat tahun lalu (2016) saya kan debut untuk Merpati Bali di Flying Wheel Cup, di Makassar setelah pindah dari MP Samator. Tahun ini saya comeback dari cedera kebetulan di Makassar lagi tempatnya, rasanya jadi seperti debut kedua, seperti mengulang cerita dari awal lagi, dan tentu ini berkesan sekali buat saya.

Comeback dari cedera yang kedua ini juga lebih seru, walau orang-orang banyak bilang bahwa saya sudah pernah cedera ACL, namun saya merasakan tantangannya saat comeback yang kedua ini berbeda sekali dari yang sebelumnya karena banyak hal-hal yang tidak terduga. Contohnya ketika Dita (Agustin Gradita) dan Ayu (Ayu Sriartha) harus memenuhi panggilan tugas negara untuk Tim Nasional 3x3, absennya mereka membuat strategi Merpati berubah. Mungkin tadinya Pelatih tidak berencana memberi banyak minute-play karena kondisi aku yang baru pulih dari cedera, tapi karena kebutuhan akhirnya aku kebagian banyak minute-play. Semua dinamika yang ada kemarin menjadikan seri Makassar berkesan banget buat saya. Satu yang saya garis bawahi, bahwa dengan segala situasi tersebut, diperlukan kedewasaan untuk menghadapinya dengan baik.    

Untuk beberapa sweet shot, mungkin lebih kepada feel dalam game-nya sendiri. Suasananya kan baru suasana comeback, juga ditambah crowd di Makassar yang ramai, jadi lebih seru aja beberapa kali tembakan 3 angka-nya masuk. Karena sebelumnya sempat kehilangan feel shooting-nya.

S: Buat Helena, di seri Makassar kemarin siapa sih lawan terberat-nya? Diri sendiri atau tim lain?

H: Seri kemarin itu buat saya lawan terberat-nya adalah kondisi tim sendiri sih, karena adanya perubahan mendadak sebelum seri. Bukan alasan tetapi itu berpengaruh cukup signifikan. Kalau diri sendiri sih so far tidak, puji Tuhan udah bisa keep up dengan teman-teman yang lain. 

S: Di Musim baru Srikandi Cup 2017-2018 ini kan Helena mengganti nomor punggung, apa sih alasannya Helena mengganti nomor punggung dan siapa yang menginspirasi Helena untuk ganti nomor? (Helena mengenakan nomor punggung 57 di musim yang baru ini untuk pertama kalinya.)

H: Untuk nomor 57 itu inspirasinya pure datang dari diri sendiri. Bener-bener memilih nomor 57 pure karena arti daripada nomor tersebut. Aku merefleksikan perjalanan ku di dunia basket ini, sempat mengalami 2 kali cedera ACL, keduanya bisa terlewati karena anugerah & kasih karunia Tuhan. Maka jadi lah 5 yang artinya kasih karunia dan angka 7 yang artinya utuh atau complete. ACL kanan - kiri lengkap bisa terlewati karena kasih karunia Tuhan. Ini juga sebagai tanda comeback yang terakhir (udah cukup 2 kali aja karena kakinya juga cuma 2 hahaha), juga sekaligus tanda kebaikan Tuhan dalam kehidupanku serta harapan kalau sampai akhirnya bisa mencapai mimpi dengan pakai nomor 57 sebagai bukti, dan yang terakhir unik karena setahu aku yaa sampai sekarang belum pernah ada yang pakai nomor 57 jadi kalau sampai akhirnya ada yang pakai 57 itu artinya.... mungkin ikutan haha.

S: Kami sempat berpikir kalau 57 itu artinya maju, liMA tuJUh. Maju, sudah gitu aja. Haha.

H: Artinya memang banyak sih, ada juga yang bilang kalau 57 itu comeback57ronger. Banyak banget artinya, dan semua artinya bagus-bagus. 

S: Helena, siapa sih yang mau kamu ucapin terima kasih buat masa pemulihan cedera ACL kamu yang kedua kemarin ini? 

H: Aku yang pasti sangat berterimakasih kepada Tuhan Yesus. Karena aku sangat percaya kekuatan nyata yang aku dapatkan melalui berbagai momen down-ku ya dari Dia. Dengan iman aku melangkah pasti bersama Dia!

Bersyukur dan say thankyou teramat dalam untuk kedua Orang Tua ku pastinya, mungkin banyak Orang Tua diluar sana udah bilang ke anaknya untuk stop aja basket-nya kalau sampai ngalamin kayak aku (dua kali cedera ACL), tetapi mereka beda karena mereka tetep terus dukung aku dalam karir di basket, dan yang ga kalah penting juga untuk pihak terdekat ku yang banyak memotivasi dan mengarahkan aku dalam beberapa pengambilan keputusan ku yaitu Ardwiza atau Caca yang pacar aku. Thankyou untuk dukungannya, untuk setiap kata-kata yang keluar itu sangat memotivasi dan membuat aku lebih kuat dan lebih berhikmat dalam menanggapi situasi yang terlewati. Juga pihak-pihak terdekat lainnya, sahabat-sahabatku yang mendukung didalam doa.

Juga kepada ko Deddy selaku Owner tim Merpati Bali yang mengurus aku dari awal sampai bisa comeback dengan baik. Memberikan kesempatan kepada aku untuk bisa melanjutkan mimpi aku di basket.

S: Well, Terimakasih Helena sudah berbagi dengan kami. Sampai Ketemu di Istora Senayan (Venue untuk cabang bola basket) ya waktu Asian Games 2018!

H: Terimakasih! Amin! Semoga kita bertemu disana, tapi bukan di bangku penonton ya ketemunya!

 

Helena Tumbelaka bermain untuk Merpati Bali di Srikandi Cup 2017-2018. Seri kedua Srikandi Cup 2017-2018 akan dihelat pada 29 Januari 2018 - 3 Februari 2018 di GOR CLS KNIGHTS KERTAJAYA, SURABAYA, dan disiarkan langsung oleh TVRI.

Foto oleh: Mei Linda

Wawancara oleh: Th. Setaputra