(srikandicup.com) - Peringkat ketiga yang dicapai oleh Merah Putih Samator Jakarta (MP Samator) pada Srikandi Cup 2017-2018 seri Makassar yang lalu merupakan sebuah pencapaian yang melebihi target bagi tim basket putri asal Jakarta ini. MP Samator yang musim lalu berhasil menempati posisi keempat di klasemen kolektif kompetisi di babak elite four secara mengejutkan mampu mengatasi Tenaga Baru Pontianak di pertandingan perebutan peringkat ketiga. Membahas pencapaian Merah Putih Samator, pastinya ada banyak hal yang membuat keberhasilan meraih posisi ketiga ini terasa manis. 

Kepala Pelatih Nina Yunita menerangkan bahwa pasca keberhasilan MP Samator di Makassar minggu lalu, saat ini tim MP Samator sedang diliburkan untuk sementara. "Minggu depan kita mulai lagi latihan anak-anak, masih banyak yang harus diperbaiki." ujar Nina yang mengaku belum puas dengan penampilan anak-anak asuhnya. Masalah konsistensi menjadi teka-teki besar bagi Pelatih yang akrab dipanggil Kak Nina ini, "Saya bingung setengah mati anak-anak ini kadang bermain underperform di awal pertandingan. Tapi tiba-tiba nanti bisa mengejar di akhir pertadingan. Saya coba cari apa penyebabnya tapi belum ketemu, yang jelas ini harus diperbaiki ujar Nina." Performa bak rollercoaster ini nampak di beberapa pertandingan yang dilakoni MP Samator. Ketika menghadapi Tanago Friesian Jakarta, MP sempat tertinggal dan pelan-pelan mengejar. Begitupun ketika menghadapi Tenaga Baru Pontianak, MP Samator harus tertatih-tatih untuk memangkas ketertinggalan dan meraih kemenangan atas kedua tim tersebut.

Meski mampu meraih hasil yang terbilang positif di seri pertama Makassar ini, MP Samator tetap harus memperbaiki diri untuk menyambut seri selanjutnya di Surabaya akhir bulan Januari mendatang. MP Tercatat tertinggal secara statistik dibandingkan tim-tim lain dalam hal rebound dan personal fouls. Menurut Nina Yunita, performa timnya masih belum mencapai titik optimal. Anak-anak masih kurang kompak, selain itu mungkin ada masalah mental yang harus diperbaiki supaya bisa lebih maksimal lagi di setiap game. Memangkas masalah-masalah yang dimiliki MP Samator tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Nina Yunita, dimana ada libur Natal yang akan membuat persiapan MP Samator menjadi lebih sedikit. Disamping itu, masalah cedera yang dialami Isabelle Suryaman, Dinda Koesdita, dan Devina Euginia juga bisa menjadi penghambat tersendiri bagi laju MP Samator. "Semoga progress-nya positif dan bisa kembali tepat waktu sebelum seri ke-2." ujar Nina lagi. Devina Euginia, pemain MP Samator asal Bandung yang menjalani musim keduanya di MP Samator mengatakan bahwa ada rasa bahagia berhasil mengalahkan Tenaga Baru Pontianak di perebutan peringkat ketiga. "Kami ditarget masuk 4 besar saat berangkat, kami bisa membuktikan diri untuk masuk 3 besar, pastinya kami senang dengan pencapaian ini." ungkap Devina yang juga bermain untuk Universitas Pelita Harapan dan tim POMNAS Provinsi Banten. Bicara tentang Devina dan performanya bagi MP Samator di Srikandi Cup 2017-2018 ini adalah suatu hal yang menarik, Devina mampu mencatatkan diri sebagai salah satu pemain yang konsisten bermain dengan positif dalam game-game ketat. Devina menerangkan bahwa performa positifnya ini tidak lepas dari suasana tim MP Samator yang sangat kondusif dan membuatnya bisa mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Pengalaman yang di dapat dari 3 seri di musim sebelumnya juga menjadi bekal bagi Devina pada musim ini.

Tanpa Isabelle Suryaman yang cedera, Devina Euginia memainkan peran sentral sebagai pemasok umpan dalam tim. "Kemampuan Devina memang sudah kami endus dari musim lalu, Ia berperan besar di balik layar, menservis teman-temannya dan juga positioning nya bagus, sering mendapatkan rebound." Menurut Pelatihnya, Nina Yunita. Kemampuan Devina ini tergambar dari catatan efisiensinya yang selalu positif sepanjang seri pertama lalu. Nina Yunita tidak mau berpuas diri dengan pencapaian yang sudah di raih tim ini, perbaikan tetap harus dilakukan untuk bisa bermain dengan lebih stabil. "Satu sisi saya senang karena anak-anak mampu bounce back dari situasi sulit, tapi stabilitas penting untuk dikejar saat ini." (TSA)

Foto oleh: Mei Linda