Jakarta - Pagelaran Srikandi Cup 2018-2019 akan segera memasuki seri yang ketiga (seri reguler terakhir) pada tanggal 1-6 April 2019 mendatang, kali ini Srikandi Cup akan dilanjutkan di GOR Sahabat, Semarang. Berbeda dari dua seri yang sudah berlalu, ada kesempatan bagi kontestan untuk merubah susunan pemain sebelum seri ketiga dimulai, atau jeda transfer tengah musim. Dari 7 tim kontestan yang ada, tercatat sebanyak 4 tim mengambil kesempatan emas untuk merubah susunan pemainnya, harapannya tentu saja perbaikan performa dan juga persiapan menyambut babak paling krusial di musim ini, yaitu UII-Playoffs Srikandi Cup 2019 yang akan dimainkan di Yogyakarta pada tanggal 22 April nanti. Siapa saja yang melakukan perubahan dan siapa saja yang masuk ke dalam radar? Simak ulasan singkat kami di bawah ini.

1. Sahabat Semarang

Tuan rumah seri ke-3 ini melakukan perubahan minor dalam skuad nya, ada satu nama point guard baru yang dimasukkan oleh Sahabat untuk menambah kekuatan mereka. Adalah Karissa Adelia Susanto yang dimasukkan oleh Sahabat pada periode transfer tengah musim ini, Karissa merupakan pemain yang bersekolah di SMA Tri Tunggal Semarang, keberadaan Karissa penting mengingat bagaimana tipisnya stok point guard yang dimiliki oleh Sahabat pasca cederanya Dewi Putri Sungging Sari. Nia Titin yang mengisi peran ini sebenarnya menjalankan peran dengan baik, namun tidak mungkin menggenjot Nia selama 40 menit penuh, selama ini tugas besar itu dibagi dengan Eilyn Serelia, point guard muda lainnya milik Sahabat Semarang. Karissa diharapkan makin mampu mengamankan sektor point guard Sahabat Semarang yang di dominasi pemain belia. 

2. Tanago Friesian Jakarta

Berada di posisi kedua klasemen sementara tidak membuat Tanago Friesian berpuas diri, perbaikan terus dilakukan oleh tim berlambang kuda hitam ini. Nama yang paling mencolok mengisi skuad Tanago Friesian di sisa musim ini tentu saja adalah Vonny Hantoro. Alumni Universitas Pelita Harapan yang musim lalu memperkuat GMC Cirebon ini memutuskan kembali bermain di kompetisi kasta tertinggi, kali ini untuk Tanago Friesian. Kehadiran Vonny tentu saja akan menjadi tambahan berharga bagi Abrizalt Hasiholan, yang selama ini lebih banyak bertumpu pada Jane Adelaide seorang di bawah ring. Selain Vonny, Tanago Friesian Jakarta juga memasukkan dua nama baru di pertengah musim ini, Redita Putri, serta Ade Paramitha. Sebuah tanda bahwa Tanago Friesian Jakarta bersungguh-sungguh berusaha menaikkan performanya di sisa musim ini.

3. Tenaga Baru Pontianak

Salah satu kejutan terbesar di musim ini adalah performa Tenaga Baru yang belum kunjung membaik. Tim yang digalang oleh nama-nama senior di basket putri Indonesia ini kesulitan untuk kembali ke jalur kemenangan, padahal berbekal status sebagai peringkat ke-3 musim lalu, Tenaga Baru diprediksi menjadi pesaing serius untuk memperebutkan gelar juara musim ini. Untuk mencoba memecahkan permasalahan ini, Tenaga Baru Pontianak menambah dua nama big man ke dalam skuad nya di sisa musim ini. Dara Tahirah (ex. Merah Putih Samator) dan Matsuda Yuka (ex. Tanago Friesian Jakarta) sebagai nama pemain baru di pertengahan musim ini. Menambah dua big man sekaligus boleh jadi akan membuat Fanny Kalumata semakin leluasa dalam menunaikan tugas kala menyerang, dan menggeser posisi Fanny ke posisi power forward. Fanny Kalumata konsisten menunjukkan kualitasnya dalam menyerang, mungkin saja dengan perubahan ini, Tenaga Baru Pontianak kembali menemukan jalannya menuju jalur kemenangan.

l
Faizzatus (11) dan Adelaide (12) merapat ke GMC Cirebon musim ini

4. Generasi Muda Cirebon

Barangkali tim dengan perubahan paling sensasional pada tengah musim ini. GMC Cirebon memasukkan nama Nurlalela Azhara sebagai salah satu pemain tambahannya di tengah musim ini. Azhara merupakan pemain asli binaan GMC, sedangkan dua nama lainnya adalah nama yang sudah cukup familiar dalam dunia basket nasional. Adalah Adelaide Calista dan Faizzatus Shoimah, dua talenta muda asal Malang, Jawa Timur yang dipilih oleh GMC Cirebon sebagai tambahan amunisi untuk sisa musim ini. Adelaide dan Faizzatus merupakan pemain langganan tim nasional muda, mulai dari U-16, tim nasional pelajar, ataupun tim nasional U-18. Adelaide bahkan sempat bermain di Asian Games 2018 kemarin dan mengenakan kostum merah putih, sekaligus menjadi pemain paling muda di tim kala itu. Tambahan dua nama ini akan membantu GMC memperbaiki performa mereka di babak playoffs nanti. Meski namanya sudah masuk dan bisa dimainkan di seri III di Semarang nanti, namun kecil kemungkinan Adelaide dan Faizzatus akan bermain, mengingat jadwal penyelenggaraan Srikandi Cup seri yang ke-3 bersamaan dengan jadwal Ujian Nasional SMA. Jika mereka bermain di UII-Playoffs Srikandi Cup, ini bisa menjadi berkah besar bagi GMC dimana ada dua pemain muda berpengalaman yang sanggup memberi warna baru bagi permainan anak-anak asuh Tae Hi-Han.

Selain empat tim di atas, kontestan lain di Srikandi Cup tidak melakukan perubahan susunan pemain. Merpati Bali, Scorpio Jakarta, dan Flying Wheel Makassar tetap mempertahankan susunan pemain yang sudah mereka miliki sebelumnya untuk menyambut sisa musim ini. Tentu saja ada unsur kejutan yang mereka tidak miliki di sisa musim ini, karena secara materi kekuatan mereka relatif sama. Hanya saja dengan waktu yang ada, dan kekuatan yang tersisa, bukan tidak mungkin ketiga tim ini justru mampu tampil lebih garang dan melewati tim-tim yang sudah melakukan perubahan pemain. Jawabannya sama-sama bisa kita saksikan di Semarang minggu depan, cek laman jadwal untuk mengetahui jadwal lengkap Srikandi Cup di Semarang, jangan lupa ikuti Instagram Srikandi Cup untuk informasi terupdate. (TSA) 

 

Photo Courtesy: fiba.basketball