(srikandicup.com) - Asian Games sudah berlalu, seperti yang kita ketahui, Tim Nasional Indonesia berhasil menempati peringkat ke-7 pada klasifikasi akhir kompetisi. Hal ini tentunya merupakan sebuah pencapaian penting, dimana Indonesia yang baru pertama kali bermain di Asian Games berhasil lolos dai fase grup dan menempati posisi yang relatif baik. Prestasi ini tidak di dapat dengan mudah, ada kerja keras dan pengorbanan yang diberikan para pemain, pelatih, dan staf pendukung tim nasional selama 7 bulan masa persiapan. Ambil contoh bagaimana Gabriel Sophia, center utama tim nasional yang rela bolak-balik Surabaya-Cirebon (markas tim nasional dalam masa persiapan) untuk berlatih dan menyelesaikan studi S2 nya di Institut Sepuluh November, Surabaya. Pemain-pemain dan elemen lain pun kami yakin juga memberikan pengorbanan yang tidak sedikit selama masa persiapan. Melalui tulisan ini, Srikandi Cup hendak mengingat kembali, apa yang baik dan apa yang perlu diperbaiki dari perjalanan panjang tim nasional kita.

DARAH MUDA TIM NASIONAL

21,7 merupakan usia rata-rata Tim Nasional Indonesia yang diterjunkan pada Asian Games yang lalu, angka ini juga menjadikan tim nasional sebagai tim dengan rataan usia termuda di kompetisi. Medio Mei di Cirebon, asisten manajer tim Alvin Indra pernah mengatakan pada kami bahwa pemain-pemain yang ada saat ini diproyeksikan untuk menjadi tulang punggung tim nasional pada tahun-tahun yang akan datang. Hal ini yang melatarbelakangi keputusan tim untuk memilih mayoritas pemain muda di Asian Games. Dengan rataan usia yang cukup muda ditambah pengalaman  bertanding dari tim-tim besar Asia seperti Tiongkok, dan Chinese Taipei, rasanya skuad muda ini mampu mencapai hal yang lebih besar lagi di masa mendatang. 

PELATIH PENUH WAKTU UNTUK TIM NASIONAL

Memiliki kepala pelatih penuh waktu yang khusus bekerja untuk tim nasional saja merupakan situasi ideal bagi sebuah tim, setidaknya menurut kami. Situasi semacam ini memberikan banyak kesempatan bagi pelatih untuk memantau perkembangan pemain-pemain putri pada berbagai kompetisi secara rutin (scouting), dan melakukan proses latihan tim disela kompetisi untuk mematangkan komposisi tim. Hampir selama 2 tahun terakhir, tim nasional mengaplikasikan hal ini. Memiliki kepala pelatih yang terfokus untuk tim nasional merupakan satu langkah baik, memiliki staf kepelatihan yang seluruhnya terfokus untuk tim nasional mungkin jadi ide yang sama baik  

NATASHA DEBBY, TERBAIK DI INDONESIA

BAKAT MUDA MENJANJIKAN

Foto Cover oleh: ANTARA/INASGOC/Bobby Arifin