(srikandicup.com) - Tim Nasional 3x3 Indonesia harus kehilangan Jovita Elizabeth yang menepi karena cedera. Jovita menderita cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) kala menjalani program latihan dan rangkaian uji tanding tim nasional 3x3 di Eropa. Dalam tur Eropa ini, tadinya tim nasional 3x3 hanya membawa 3 pemain saja guna menjalani kegiatan ini, namun pasca cederanya Jovita, Regita Pramesti dan Eka Liana dikirim untuk menyusul Ayu Sriartha dan Christie Rumambi yang sudah lebih dulu berada Eropa. Hadirnya Regita dan Eka menggenapi jumlah skuad tim menjadi 4 orang.

Dihubungi dari Denpasar, Jovita mengatakan bahwa saat ini dirinya sedang berada di Filipina guna menjalani proses pengobatan cederanya. "Saat ini indikasinya sudah positif, bahwa saya menderita cedera ACL. Hari senin nanti saya akan menjalani proses operasi. Dari kondisi saya saat ini, rasanya peluang saya untuk tetap mengikuti Asian Games kecil sekali." Jadwal padat tim nasional 3x3 selama di  Belanda menjadi salah satu penyebab cederanya Jovita. Tim nasional 3x3 diagendakan untuk mengikuti rangkaian turnamen bertajuk "Streetball Masters" yang digelar di berbagai kota di negeri Belanda setiap akhir pekan. Tim nasional juga memiliki beberapa agenda seperti latihan, dan pertandingan uji coba sambil menunggu jeda antar kompetisi. Dalam satu kesempatan, tim nasional 3x3 yang hanya terdiri atas 3 pemain bertanding melawan tim nasional 3x3 Belanda yang diperkuat 12 pemain. "Sebelumnya saya menderita cedera pergelangan kaki kiri ketika bermain di kejuaraan Streetball Masters, namun saya tetap memaksakan diri untuk bermain dengan lebih banyak menggunakan kaki bagian kanan saya sebagai tumpuan, puncaknya kala bermain melawan tim nasional 3x3 Belanda, ACL di kaki kanan saya cedera.

jovita fever
Jovita diragukan untuk bisa tampil bersama Fever di seri pembuka musim 18-19

 

Kepada srikandicup.com Jovita juga menjelaskan bahwa proses pemulihan cederanya ini kemungkinan akan memakan waktu yang cukup panjang. "Prediksi awalnya, harus absen selama 6-8 bulan. Setelah dioperasi di Filipina, saya masih akan tinggal disini, kemungkinan selama 1 bulan untuk menjalani proses terapi pemulihan cedera saya." ujar Jovita. Cedera Jovita juga mengecilkan peluangnya untuk bisa bermain pada seri pembuka Srikandi Cup bersama Surabaya Fever. Ketika ditanya mengenai hal ini, Jovita sendiri belum mengetahui dengan pasti apakah Ia bisa kembali tepat waktu untuk memperkuat tim andalan kota Surabaya itu.

"Saat ini indikasinya sudah positif, bahwa saya menderita cedera ACL" -Jovita Elizabeth

Absennya Jovita Elizabeth menjadi pukulan tersendiri bagi tim nasional 3x3, sebab dari nama-nama yang ada di dalam tim, Jovita merupakan salah satu sosok yang kaya akan jam terbang di level Internasional. Jovita tercatat sebagai pemain 3x3 nomor 1 di Indonesia selama 2 tahun terakhir aktif bertanding dalam berbagai kejuaraan 3x3 Asia maupun dunia. Di sisi lain, hal ini menyebabkan persaingan untuk memperebutkan tempat dalam skuad Tim Nasional 3x3 Indonesia untuk Asian Games XVIII nanti semakin sengit dan terbuka. Regita Pramesti, Putu Eka Liana, dan Delaya Maria  bersaing bersama Christie Rumambi dan Ayu Sriartha Kusuma untuk mewakili Indonesia. Hingga berita ini diturunkan, manajer Tim Nasional 3x3 Indonesia Fareza Tamrella belum berhasil kami hubungi guna dimintai keterangan mengenai cederanya Jovita dan gambaran skuad timnas di Asian Games XVIII nanti.

Cederanya Jovita seolah menjadi peringatan bagi manajemen tim nasional 3x3 dalam mengelola sumber daya pemain dan kondisi fisik. Sejak bulan April lalu, pemain-pemain timnas 3x3 langsung bergabung dalam program latihan intensif di Jakarta. Timnas 3x3 juga memiliki agenda kompetisi yang cukup padat dengan jarak perjalanan yang fantastis. Dalam 3 bulan terakhir, timnas 3x3 juga sudah menempuh perjalanan sejauh 43.777 kilometer ke Ulanbaatar Mongolia, Shenzen dan Chengdu Tiongkok, Amsterdam Belanda, dan Manilla Filipina guna mengikuti berbagai turnamen-turnamen Internasional untuk mempersiapkan diri. Jovita sendiri selama masa persiapan tersebut diterjunkan pada 7 turnamen yang diselenggarakan di 4 negara berbeda. Apabila manajemen tim nasional 3x3 tidak berhati-hati, bukan tidak mungkin akan ada nama-nama lain yang mengikuti jejak Jovita, ini tentu akan menjadi kerugian yang sangat besar, mengingat Asian Games XVIII yang sudah semakin dekat.

Speedy recovery Jovita! Sampai jumpa musim depan! (TSA)

 

Foto oleh: Mei Linda